Jemaah yang Sengaja Menghilangkan Diri Saat Umroh dan Haji

Jemaah yang sengaja menghilangkan diri

Selain benar-benar hilang, ada juga jemaah yang sengaja menghilangkan diri saat umroh dan haji. Loh, kok bisa? Karena hilang di Tanah Suci memang sudah direncanakan dari awal perjalana umroh dari tanah Air.

Umroh dan Haji. Dalam kasus ini, seorang jemaah umroh dan haji biasanya menghilangkan diri alias sengaja kabur dengan motif berniat mencari pekerjaan di Arab Saudi. Jamaah ini memang telah berniat menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau TKW (Tenaga Kerja Wanita Indonesia) illegal di Arab Saudi karena dengan cara legal bisa jadi mereka sudah tidak bisa masuk ke Arab Saudi.

===========================================================

Umroh Murah Desember 2015 $1.500 + Rp1 juta perlengkapan

Info: H. Sudjono AF 0813 88097656  (WA) | BB 2315A7C3

===========================================================

Akan tetapi, ada juga jemaah yang sengaja menghilang karena ingin berumroh lagi di bulan Ramadan. Jadi jamaah ini berangkat umroh  mendekati bulan Ramadan, dan pada saatnya pulang, ia kabur dari rombongan umroh.

Ada juga yang menghilangkan diri aatau kabur agar bisa menunaikan ibadah haji secara gratis. Misalnya, jamaah umroh ini berangkat melaksanakan umrah di bulan Ramadan atau sebelumnya. Daripada harus pulang ke Indonesia, dan belum tentu bisa berangkat haji karena tak punya biaya, maka jamaah umroh ini sengaja menghilangkan diri dan secara illegal bermukim di Arab Saudi sampai waktu menunaikan ibadah haji tiba. Umroh dan Haji. 

Umroh dan Haji. Sahkah haji orang itu? Kalau ia beribadah sesuai dengan syari’at dan tidak pernah mencuri atau menipu selama berada di sana, tentu saja ibadah haji atau umrahnya sah. Yang tidak sah adalah keberadaannya di mata pemerintah arab Saudi.

Resikonya Masuk Penjara

Ketika hendak pulang nanti, bukankah ia harus menunjukkan visanya, yang hanya diperuntukan bagi umrah, dan tanggal kepulangannya sudah lewat? Ya, betul. Akan tetapi, orang seperti ini memang nekat karean dari awal sudah diniatkan begitu. Ia tahu bahwa ketika hendak pulang nanti, ia pasti akan ditangkap petugas dan dijebloskan ke penjara.

Namun bagi orang seperti ini, masuk penjara selama sebulan dua bulan tak menjadi masalah. Toh, di penjara nanti pun ia bisa makan dan minum dengan gratis walau tak seperti makan dan minum di luar penjara. Dan setelah itu, ia pasti akan dideportasi ke tanah air, juga dengan gratis. Ampuun deh…! Umroh dan Haji. 

Nah, supaya tidak mengalami kejadian seperti ini, perusahaan travel haji dan umrah tentu harus sangat berhati-hati terhadap jemaah yang hilang, karena jemaah tersebut bisa saja termasuk golongan di atas. Jika terjadi kasus seperti ini, pihak travel tentunya akan sangat dirugikan. Harus menanggung berbagai denda.

Umroh dan Haji. Selain prosesnya panjang sehingga menambah kerepotan, pihak travel juga akan dikenai denda yang sangat besar. Berapa besarnya? Saat ini, dendanya sebesar US$6.000 hingga US$9.000.

Travel kami pernah kena kasus seperti ini. Jamaah ibu-ibu kabur dan tidak kembali sesuai jadwal. Akibatnya travel umroh kami kena denda sekitar Rp70 juta. Sehingga satu group pemberanghkatan tersebut bukannya mendapat untuk namun menanggung rugi. Bukan hanya itu, karena ada jamaah yang kabur akibatnya jadwal pulang jamaah lainnya ikut tersendat-sendat.

Oleh karena itu, pada saat pendaftaran jemaah, pihak travel harus benar-benar mendata para jamaahnya umroh dan hajinya dengan saksama. Dalam mendata ini, pihak travel harus mengajukan pertanyaan khusus tentang siapa yang akan menjadi penjamin seorang jemaah seandainya jemaah itu terbukti sengaja menghilangkan diri.

Penjamin ini sangat penting, dan bisa berasal dari pihak keluarga atau orang lain sehingga jika di kemudian hari terbukti si jemaah sengaja menghilangkan diri, pihak penjamin inilah yang akan membayar ganti ruginya.

Pihak penjamin  wajib membuat Surat Penyataan di atas materai, dengan saksi RT dan RW setempat bahwa dia menjamin jamaah akan pulang sesuai jadwal dan tidak melarikan diri. Dan bila jamaah tidak pulang maka penjamin bersedia membayar denda sebesar US$ 6.000 – US$ 10.000. Surat Pernyataan ini penting bagi travel agar usahanya tetap aman dan jamaah yang awalnya berniat kabur, maka akan membatalkan niatnya.

Sebaliknya jamaah juga tidak perlu risau atau tersinggung apabila pihak travel meminta Surat Jaminan tersebut, Sebab hal tersebut memang berdasarkan pengalaman pihak travel umroh dan tentunya pihak travel umroh dan haji tidak mau menanggung denda puluhan juta tersebut akibat ulah jamaah nakal.

Sudah menjadi ketentuan umum di kalanagan biro umroh dan haji, apabila menerima jamaah, maka akan dilihat asal jamaah, jenis kelamin dan usia. Memang untuk wilayah terntentu sudah ada tanda atau semacam black list wilayah. Maka setiap biro umroh akan hati-hati sekali bila menerima jamaah umroh dan haji dari wilayah tersebut. Bahkan cenderung menghidar agar aman dari masalah.

Begitu pun untuk usia, khususnya usia produktif yang berangkat sendiri, baik laki-laki atau perempuan maka akan diteliti seksama identitasnya. Bila ada surat rekomendasi dari instansi atau perusahaannya maka pihak travel umroh aman. Namun bila pekerjaan jamaah adalah swasta atau ibu rumah tangga maka pihat travel umroh akan hati-hati. 

Jadi pesan kami kepada jamaah umroh, seharusnya tidak kabur, apapun alasannya. Sebab bukan hanya travel umroh saja yang rugi, namun jamaah serombongan bisa ikut sengsara dan tersendat kepulangannya. Tujuan jamaah baik ingin mencari kerja di Tanah Suci namun caranya salah, merugikan dan menyengsarakan orang lain. Kasihan keluarga bila diberi rejeki dari kegiatan yang salah. Umroh dan Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *