Makkah Adalah Tanda Kebesaran Allah SWT

Ibadah Umroh ke Kota Suci Makkah

 

Makkah Adalah Tanda Kebesaran  Allah  SWT. Di Makkah banyak sekali keajaiban yang merupakan tanda-tanda kekuasaan Rabb yang Maha Agung.

Inilah beberapa tanda Kekuasaan Allah SWT di Kota Suci Mekkah:

  1. Al-Ka’bah Al-Musyarrafah (Ka’bah yang mulia). Allah berfirman:

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk tempat beribadah manusia adalah Baitullah di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali-Imran: 96)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu, sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia ) bagi manusia.” (QS. Al-Maidah: 97)

Rasulullah juga menjelaskan kepada umatnya bahwa mengerjakan thawaf di sekitar Ka’bah mempunyai keutamaan yang sangat besar.

Beliau bersabda:

“Barang siapa melakukan thawaf di Ka’bah, tidaklah ia mengangkat satu kaki atau meletakknya, kecuali Allah menulis baginya satu kebaikan, menghapus satu kesalahan dan menaikkan derajatnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Syaikh Al-Albani menshahihkannya)

Sedangkan mengenai keutamaan Hajar Aswad, Rasulullah bersabda:

“Demi Allah! Allah pasti mendatangkan Hajar Aswad di hari kiamat. Ia memiliki dua mata yang memandang, juga lidah yang berbicara, dia menjadi saksi bagi setiap orang yang menyentuhnya dengan benar.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Beliau bersabda:

“Hajar Aswad saat turun dari Surga warnanya sangat putih, bahkan lebih putih dari susu, tetapi kesalahan para manusialah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Sedangkan dalam riwayat Imam Al-Baihaqi, Rasulullah bersabda:

“Sampai ia dihitamkan oleh dosa-dosa orang yang berbuat syirik.”

Adapun mengenai keutamaan rukun Yamani Rasulullah bersabda:

“Mengusap rukun yamani sama dengan menghapus dosa segala kebersihan sebersih-bersihnya.” (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Adapun Multazam, ia juga memiliki keutamaan tersendiri. Multazam ini terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Hadis yang menegaskan tentang keutamaan Multazam adalah riwayat Amru bin Syu’aib dari bapak dari kakeknya. Ia berkata:

“Aku pernah thawaf bersama Abdullah bin Amru. Setelah selesai mengerjakan tujuh putaran, kami mengerjakan shalat dua rakaat dibelakang Ka’bah. Aku berkata kepada Abdullah bin Amru, ‘Marilah kita berlindung kepada Allah dari Neraka.’ Ia pun berkata, ‘Aku  berlindung kepada Allah dari Neraka.’ Setelah itu Abdullah bin Amru mengusap rukun (Hajar Aswad), kemudian berdiri diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Ia menempelkan dada, kedua tangan, dan pipinya di dinding Ka’bah yang ada diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah itu. Ia berkata kepadaku, ‘Beginilah aku melihat Rasulullah melakukannya disini.” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al-Albani)

Sedangkan Hijr Ismail, dialah yang dinamakan dengan al-hathim, Rasulullah berkata kepada Aisyah,

“Jika kamu berkehendak, shalatlah di Hijr Ismail lebih dulu, sebelum masuk kedalam Al-Bait (Ka’bah). Karena Hijr ini bagian dari Al-Bait juga. Hanya saja kaummu tidak memiliki banyak dana saat membangunnya, sehingga mereka memisahkannya dari sebagian Al-Bait tersebut.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi. Ini adalah hadis shahih)

  1. Maqam Ibrahim. Diantara tanda lain yang ada di Makkah adalah Maqam Ibrahim, yaitu batu bekas pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Allah berfirman:

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (Al-Baqarah: 125)

Rasulullah juga bersabda tentang keutamaannya:

“Rukun dan maqam adalah dua batu mulia dari Surga. Seandainya Allah tidak menghilangkan cahaya keduanya, pastilah segala yang ada antara timur dan barat menjadi terang benderang.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Abu Thalib juga berkata dalam qasidah lamiyahnya yang terkenal. Yaitu, saat memuji dan mengagungkan maqam Ibrahim ini:

“(Maqam Ibrahim adalah) tempat berpijak kakinya diatas batu besar yang lunak (saat membangun Ka’bah). Maqam itu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim yang tanpa alas kaki.”

  1. Air Zamzam. Air ini memiliki keutamaan tersendiri. Nabi bersabda:

“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah zamzam. Ia makanan bagi orang yang lapar dan obat dari segala penyakit.” (HR. Ath-Thabrani dan dihasankan oleh Al-Albani)

Beliau juga bersabda:

“Air zamzam tergantung kepada setiap peminumnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Al-Albani)

  1. Dan yang terakhir adalah bukit Shafa dan Marwah. Allah berfirman saat memujinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri Kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Itulah sejaran Makkah yang merupakan Tanda Kebesaran  Allah  SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *