Umroh Lailatul Qodar 2018 Backpacker Harga Mulai Rp21 Juta

Paket umroh akhir ramadhan 2018

Umroh lailatul qodar 2018 atau umroh Ramadhan paketnya ada beberapa pilihan. Bisa berangkat di awal Ramadhan, di tengah Ramadhan, di akhir Ramadhan dan umroh dengan Full Ramadhan. Juga Paket Umroh Backpacker lailatul qodar Ramadhan. Harga Mulai Rp21 Juta.

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

 

Paket Umroh Ramadhan 2018 adalah:

  • umroh awal Ramadhan 2018 biaya Rp25 juta
  • umroh tengah Ramadhan 2018 biaya Rp27 juta
  • umroh akhir Ramadhan 2018 biaya Rp29,5 juta
  • paket umroh full Ramadhan 2018 biaya Rp43 juta

Fasilitas untuk biaya umroh Ramadhan 2018 ini adalah :

  • Pesawat Air Asia-Etihad /Air Asia-Garuda  /SV start sin /SV Star KL.
  • Hotel : Hotel Mekkah 🏚 Twarat Andalosia *3 / Afwaj 11*3 jarak 350 m dari Masjidil Haram.
    Bisa melakukan upgrade ke hote Muhajirin *4 atau Anjum *5
    Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi.
  • Bus AC Jeddah Makkah Madinah.
  • Tour city Madinah Makkah Jeddah
  • Umroh 2 kali
  • Manasik, TL, Muthowif
  • Air Zamzam
  • Perlengkapan : koper, tas kecil, kain batik, mukena/bergo, kain ihrom, sabuk, buku doa, sleyer, name tag

Umroh Backpacker Ramadhan 2018

Kami juga membuka paket umroh backpacker Ramadhan, yang tentunya dengan harga yang bersahabat. Dari pengalaman umroh backpacker ternyata cukup nyaman sebab muthowis selalu membimbing dan memberikan tips umroh backpacker.

Umroh lailatul qodar 2018

Umroh lailatul qodar 2018

Paket Umroh Backpacker Ramadhan 2018 ada beberapa paket juga. Ramadhan awal, tengah dan akhir. Masing-masing adalah 15 hari.

Biaya umroh Backpacker Ramadhan 2018 adalah sebagai berikut:

Paket 15 hari awal Ramadhan biaya Rp25,5 juta.

  • Fasilitas Hotel : Hotel Mekkah 🏚 Twarat Andalosia *3 / Afwaj 11*3 jarak 350 m dari Masjidil Haram. Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi.

Paket 15 hari akhir Ramadhan SUPER HEMAT biaya Rp21 Juta.

  • Fasilitas Hotel *3 Barakah Burhan / Al Aseel Makah jarak 1 km dari Masjididl Haram, ada bus hotel 24 jam, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan REGULER biaya Rp23 Juta.

  • Fasilitas Hotel *4 Burj Jiwar 100m dari Masjididl Haram,  dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan EKSLUSIF biaya Rp26 Juta.

  • Fasilitas Hotel *5 Retaj Al Bait Makkah (sejajar Grand Zam Zam) langsung halaman Masjididl Haram, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

 

Pentingnya Doa Dalam Ibadah Haji dan Umroh Ramadhan

Untuk mendapatkan keutamaan ibadah haji, sekaligus menghindarkan diri dari perbuatan rafats, fusuuq, dan jidaal, maka banyak berdzikir dan berdoa sangat disarankan. Dalam setiap langkah dan perbuatan, usahakan lidah kita basah dengan dzikir dan doa. Kita tahu ibadah ibadah haji dan umrah adalah ibadah yang lengkap, dimana terdapat didalamnya amalan fisik, harta, hati dan lisan dalam bentuk dzikir dan doa.

Bahkan terdapat pengkhususan yaitu doa dan dzikir dalam ibadah ibadah haji dan umrah ada yang termasuk ibadah mahdhah (ritual khusus) yang mesti diucapkan, dalam bahasa aslinya dan saat pembacaannyapun tidak boleh diubah. Redaksinya ada yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw.

Ada doa yang bebas isi dan bacaannya. Mereka yang melaksanakan ibadah ibadah haji/umrah bebas untuk membaca doa apa saja, sesuai dengan kondisi dan keinginan masing-masing dan tentunya sesuai dengan etika berdoa yang diajarkan syariat islam. Namun demikian, ada juga doa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw (doa yang termasuk ritual). Doa dan dzikir itu adalah,

Niat ibadah ibadah haji atau ibadah umrah hendaknya dilafadzhkan dalam bentuk ucapan, yaitu,

  1. Lafadz niat ibadah haji

“Labbaika allahumma hajjan. Wahai Tuhan kami, kami datang memenuhi seruan-Mu untuk melaksanakan ibadah haji”.

  1. Lafadz niat umrah

“Labbaika allahumma umratan. Wahai Tuhan kami, kami datang memenuhi seruan-Mu untuk melaksanakan ibadah umrah”.

Talbiyah, yaitu dzikir atau bacaan yang dianjurkan untuk dibaca dengan dikumandangkan selama dalam ibadah ibadah haji dan umrah. Talbiyah ini dimulia ketika berihram dari tempat miqat secara terus menerus sesuai kemampuan hingga proses thawaf dimulai atau ketika tahallul awal (dalam prosesi ibadah haji). Membaca talbiyah untuk laki-laki disarankan secara keras sedangkan untuk wanita cukup didengar dirinya sendiri. Bacaa talbiyah sebagai berikut,

“Labbaika allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’ mata laka wal mulk, laa syariika laka”. Artinya,

“Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan milik-Mu semata, segenap kerajaan kepunyaan-Mu, dan tidak ada sekutu bagi-Mu”.

Thawaf. Ketika memulia thawaf dan mengakhiri thawaf disunahkan membaca lafadz,

“Bismillahi allahu akbar. Dengan menyebut asma Allah, Allah Yang Maha Besar”. (HR asy-Syafi’i)

Sa’i. Ketika memulai sa’i juga disunahkan membaca,

“Allahu Akbar (Allah Maha Besar)”.

Jamarat. Ketika jamarat (melempar jumrah) disunahkan membaca,

“Dengan menyebut asma Allah, Allah Maha Besar atau Allah Maha Besar. Kutukan bagi segala setan dari ridha Allah Yang Maha Pemurah”.

Menyembelih binatang (al-hadyu, udhbiyah, aqiqah dan lain-lain) dengan sebelumnya membaca,

“Dengan menyebut asma Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, semoga Engkau memberi shalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya serta curahkanlah kesejahteraan dan keselamatan. Ya Allah, dari-Mu kami berasal, kepada-Mu kami kembali, karena itu, terimalah tobat kami”. (Disebutkan oleh asy-Syafi’i)

Sebaiknya membaca doa dan dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah saw yang kalau dibca pasti lebih sempurna dan lebih baik. Namun jika tidak dibacapun atau diganti dengan doa yang lain, maka ibadah ibadah haji atau umrah yang dilakukan tetap sah. Apalagi bagi mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat membacanya. Departemen agama juga mengeluarkan buku kumpulan doa dan dzikir selama ibadah ibadah haji yang biasanya diberi tali untuk dikalungkan dileher dan bisa dibawa kemana-mana. Diantara doa itu adalah sebagai berikut.

  1. Doa ketika masuk masjid:

“Wahai Allah, Engkau sumber segala keselamatan, dari-Mu semua keselamatan itu bersumber, kepada-Mu segala keselamatan itu kembali. Wahai Allah, hidupkan kami dalam kondisi penuh keselamatan, masukkan kami kedalam surga-Mu dengan keselamatan. Keberkahan Engkau saja yang memiliki, wahai Tuhan kami. Mahatinggi Engkau wahai Allah lagi Mahaagung dan Mahamulia. Allaahumma, bukakan dan berikanlah pintu dan kerahmatan-Mu, berikanlah ampunan-Mu, dan masukkanlah aku sehingga berada didalamnya. Dengan menyebut asma Allah, segala puji kepunyaan Allah, semoga kesejahteraan dan keselamatan untuk Rasulullah”.

  1. Doa ketika melihat Ka’bah:

“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini, dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakannya, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang beribadah haji atau yang berumrah padanya dengan kemuliaan, kebesaran, kehormatan dan kebaikan”. (Disebutkan oleh Imam Syafi’i)

  1. Doa thawaf:

“Mahasuci Allah, segala puji kepunyaan Allah, tidak ada daya dan kekuatan selain dengan kuasa Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung. Salam kesejahteraan dan keberkahan semoga tercurah pada Rasulullah saw. Ya Allah, aku thawaf ini karena membuktikan keimanan kepada-Mu, membenarkan semua firman-firman yang ada dalam kitab-kitab-Mu, dan memenuhi janji-Mu serta mengikuti sunah Nabi-Mu, Muhammad saw. Ya Ghafur, aku memohon ampunan-Mu kesehatan dan kesejahteraan yang kekal dalam menjalankan tuntunan agama, bagi kepentingan dunia dan akhirat, sukses dalam hidup, memperoleh keridhaan dan masuk surga serta terhindar dari azab neraka”.

  1. Doa thawaf setelah melewati rukun Yamani sebelum arah Hajar Aswad, yaitu:

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami segala kebaikan dan keselamatan di dunia dan anugerahkanlah kepada kami kebaikan dan keselamatan di akhirat, jauhkan dan selamatkanlah kami dari siksa neraka”.

  1. Doa ketika naik ke bukit Shafa dan Marwa:

“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Aku memulai dengan apa yang telah dimulai Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah salah satu dari tanda kebesaran Allah. Barangsiapa beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada salahnya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwa). Dan barangsiapa yang berbuat lebih baik lagi, maka sesungguhnya Allah Maha Menerima dan Maha Mengetahui”.

  1. Doa ketika berada diantara dua tiang hijau saat melakukan sa’i:

“Rabbi, ampuni dan sayangilah kami dengan rahmat-Mu, maafkan dan muliakanlah kami, hapuskan apa saja yang Engkau ketahui dari semua dosa dan kesalahan kami. Sesungguhnya Engkau Mahatinggi lagi Mahamulia tiada bandingan”.

  1. Doa diatas bukit Shafa sambil menghadap arah Ka’bah:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar atas segala karunia yang telah Allah berikan berupa petunjuk kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia kuasa yang telah diberikan Allah kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya yang telah meluluskan janji-Nya, memberikan pertolongan kepada hamba-Nya dan menghancurkan semua musuh dengan keesaan-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak akan menyembah kecuali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tuntunan agama-Nya walaupun orang-orang kafir membenci”.

 

  1. Doa setelah selesai jamarat:

“Kutukan bagi segala syetan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pemurah. Ya Allah, Tuhanku, jadikanlah ibadah ibadah hajiku ini ibadah haji yang mabrur dan sa’i yang diterima, dan dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan”.

  1. Doa ziarah:

“Assalamu’alaikum, wahai penghuni tempat kaum mukminin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian”. (HR Muslim)

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muibadah hajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (al-Hasyr : 10)

“Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk menerima pahala mereka dan janganlah Engkau menimpakan musibah kepada kami setelah kematian mereka”. (HR Abu Dawud)

Khusus pada saat ziarah di maqam Rasul saw membaca shalawat:

Doa wukuf, bebas, tapi sangat dianjurkan berdoa/dzikir yang berisi permohonan ampun kepada Allah seperti istighfar dan lain-lain. Buku yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi dan dibagi-bagikan secara gratis memuat juga doa-doa tersebut khususnya doa ketika sedang wukuf.

Selain doa-doa khusus juga ada doa-doa yang baik dibaca ketika melakukan ibadah-ibadah tertentu dalam ibadah ibadah haji atau umrah seperti ketika thawaf setelah bermunajat dengan doa khusus (pokok) selesai dibaca, ketika mabit di Muzdalifah dan mabit di Mina, ketika wukuf di Arafah, ketika berada didalam Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Doa tersebut sebaiknya terdiri dari doa-doa yang ma’tsur yang dicontohkan oleh Nabi saw yang pula terdapat dalam Al-Qur’an atau al-Hadits.

Apabila kita bukan penghafal yang baik, tidak perlu doa-doa tersebut dihafalkan meskipun itu lebih baik. Silakan saja buku tersebut dikalungkan dileher dan kita membacanya ketika melakukan sesuatu. Namun yang terpenting, janganlah hanya karena doa tersebut kita kehilangan kekhusyuan. Mata dan pikiran kita hanya tertuju pada doa tersebut. Kalau bisa hafalkan doa yang singkat atau hafalan semampu kita, lalu tinggalkan buku tersebut. Misalnya ketika thawaf bacaan doanya demikian banyak, lebih baik kita ganti dengan dzikir semampu kita sehingga kita bisa lebih khusyu’.

Yang penting, manfaatkan momentum dalam berdoa. Bisa dari segi tempat, bisa dari segi waktu. Disepan sudah dijelaskan salah satu tempat yang diijabah doa kita adalah di Multazam, yaitu tempat diantara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Berusahalah berdoa dengan menempelkan badan kedinding Ka’bah pada daerah ini. Karena sangat padat, pada putaran terakhir thawaf sebaiknya dilakukan dekat dengan Ka’bah seperti antre mencium Hajar Aswad namun yang dituju adalah Multazam. Apabila tidak bisa mencapai dinding Ka’bah, doa bisa dilakukan dengan posisi searah dengan Multazam. Posisi semacam inipun mustajab doanya. Bila memungkinkan, dilanjutkan ke Hijir Ismail. Berdoa disitupun mustajab.

Tempat lain adalah Arafah, yaitu ketika masuk waktu wukuf. Manfaatkan waktu tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin. Kita sudah kehabisan permintaan, bacalah doa-doa yang ada didalam buku terutama buku yang dibagikan pemerintah Arab Saudi. Dihalaman belakang biasanya terdapat doa ketika wukuf cukup panjang. Juga ketika berada di Muzdalifah dan melempar Jumrah. Pendek kata, tiap prosesi ibadah haji jika dibarengi dengan doa, doa kita akan mustajab.

umroh lailatul qodar 2018, paket umroh ramadhan, paket umroh full ramadhan 2018, umroh akhir ramadhan 2018, biaya umroh ramadhan 2018, biaya umroh backpacker, pengalaman umroh backpacker, umroh backpacker kaskus, tips umroh backpacker, umroh backpacker 2018

 

Apabila Jemaah Haji dan Umroh Sakit, Apa yang Harus Dilakukan

 

  1. Deskripsi Singkat

Selama Pelaksanaan Ibadah Haji Sering Terjadi Kondisi Gawat Darurat Yang Menyebabkan Diperlukan Rujukan Dan Evakusi Jemaah Haji Ke Sarana Kesehatan Dengan Fasilitas Yang Lebih Baik. Keadaan Gawat Darurat Dapat Terjadi Dimana Saja, Baik Di Kloter, Kkhi, Terminal, Tempat Umum, Tempat Ibadah Atau Saat Armina. Setelah Diberikan Pertolongan Pertama Beberapa Pasien  Perlu  Dilakukan  Evakuasi  Dan  Rujukan  Dengan  Cara  Yang  Benar. Tenaga Kesehatan Harus Mengetahui Cara Evakuasi Dan Rujukan Yang Benar Agar Tidak Menyebabkan Perburukan Kondisi Pasien.

 

Ii.     Tujuan Pembelajaran

  1. A. Tujuan Umum :

Setelah  Mengikuti  Materi  Ini,  Peserta  Mampu  Melakukan  Rujukan  Dan Evakuasi Jemaah Sakit.

  1. B. Tujuan Khusus :

Setelah Mengikuti Materi Ini, Peserta Mampu:

  1. 1. Menjelaskan Konsep Rujukan Dan Evakuasi Jemaah Haji Sakit
  2. 2. Melakukan Rujukan Jemaah Sakit
  3. 3. Melakukan Evakuasi Jemaah Sakit

 

Iii.     Pokok Bahasan

  1. 1. Konsep Rujukan Dan Evakuasi Jemaah Haji Sakit
  2. 2. Alur Mekanisme Rujukan Melakukan Rujukan Dari :
  3. A. Kloter Ke Kkhi B. Kloter Ke Rsas C.  Kkhi Ke Rsas
  4. D. Terminal/Tempat Umum Ke Kkhi/Rsas
  5. E. Armina Ke Kkhi Atau Rsas
  6. 3. Melakukan Evakuasi:
  7. A. Evakuasi Dengan Alat (Tandu, Kursi Roda, Dll)
  8. B. Evakuasi Tanpa Alat

 

Iv.     Bahan Belajar

  1. 1. Flipchart,
  2. 2. Whiteboard
  3. 3. Alat Tulis (Atk)
  4. 4. Materi Inti 1

 

  1. V. Langkah-Langkah Pembelajaran
  2. A. Langkah 1. Penyiapan Proses Pembelajaran
  3. 1. Kegiatan Fasilitator

 

  1. A. Fasilitator Memulai Kegiatan Dengan Melakukan Bina Suasana Dikelas
  2. B. Fasilitator Menyampaikan Salam Dan Menyapa Peserta Dengan Ramah Dan Hangat
  3. Fasilitator Memperkenalkan Diri

 

  1. 2. Kegiatan Peserta
  2. A. Mempersiapkan Diri Dan Alat Tulis Bila Diperlukan B. Menjawab Salam
  3. B. Langkah 2 : Penyampaian Pokok Bahasan

 

  1. 1. Kegiatan Fasilitator
  2. A. Menggali Pendapat Pembelajar Tentang Konsep Gawat Darurat B. Menyampaikan Pokok Bahasan
  3. 2. Kegiatan Peserta

 

  1. A. Memberikan Pendapat Dari Pertanyaan Fasilitator
  2. B. Mendengar, Mencatat Hal-Hal Yang Penting Dalam Materi
  3. Mengajukan Pertanyaan Kepada Fasilitator Bila Masih Ada Yang Belum Dipahami.
  4. Langkah 3: Kesimpulan

 

  1. 1. Kegiatan Fasilitator
  2. A. Merangkum Poin-Poin Penting Dari Hasil Proses Kegiatan Pembelajaran.
  3. B. Mengakhiri Kegiatan Pembelajaran Dengan Mengucapkan Salam.

 

  1. 2. Kegiatan Peserta
  2. A. Mencatat Hal-Hal Yang Penting B. Membalas Salam

 

Vi.     Uraian Materi

  1. A. Konsep Rujukan Dan Evakuasi Jemaah Haji Sakit
  2. B. Melakukan Rujukan Jemaah Sakit
  3. 1. Kloter Ke Kkhi

 

Sebelum Melakukan Rujukan Petugas Kesehatan Harus Melakukan  Anamnesa,  Pemeriksaan  Fisik  Dan Pemeriksaan Penunjang Medik Untuk Menentukan Diagnosa Utama Dan Diagnosa Banding. Memberikan Pertolongan Pertama  Sesuai  Kasus  Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Spo).

Untuk Kasus Gawat Darurat Yang Perlu Dirujuk Harus Didampingi Petugas Medis/Paramedis Yang Kompeten Dibidangnya Dan Mengetahui Kondisi Pasien.

  1. 2. Kloter Ke Rsas

Sebelum Melakukan Rujukan Petugas Kesehatan Harus Melakukan  Anamnesa,  Pemeriksaan  Fisik  Dan  Pemeriksaan Penunjang Medik Untuk Menentukan Diagnosa Utama Dan Diagnosa Banding.

Memberikan Pertolongan Pertama  Sesuai  Kasus  Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Spo). Untuk Kasus Gawat Darurat Yang Perlu Dirujukharus Didampingi Petugas Medis/Paramedis Yang Kompeten Dibidangnya Dan Mengetahui Kondisi Pasien.

  1. 3. Kkhi Ke Rsas

Sebelum Melakukan Rujukan Petugas Kesehatan Harus Melakukan  Anamnesa,  Pemeriksaan  Fisik  Dan Pemeriksaan Penunjang Medik Untuk Menentukan Diagnosa Utama Dan Diagnosa Banding. Memberikan Pertolongan Pertama  Sesuai  Kasus  Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Spo). Untuk Kasus Gawat Darurat Pasien  Yang Perlu  Dirujuk  Harus Didampingi Petugas Medis/Paramedis Yang Kompeten Dibidangnya Dan Mengetahui Kondisi Pasien.

  1. 4. Terminal/Tempat Umum Ke Kkhi/Rsas

Sebelum Melakukan Rujukan Petugas Kesehatan Harus Melakukan Anamnesa,  Pemeriksaan  Fisik  Dan Pemeriksaan Penunjang Medik Untuk Menentukan Diagnosa Utama Dan Diagnosa Banding. Memberikan Pertolongan Pertama  Sesuai  Kasus  Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Spo).

Untuk  Kasus  Gawat  Darurat  Yang  Perlu  Harus  Didampingi Petugas Medis/Paramedis Yang Kompeten Dibidangnya Dan Mengetahui Kondisi Pasien.

  1. 5. Armina Ke Kkhi Atau Rsas

Sebelum Melakukan Rujukan Petugas Kesehatan Harus Melakukan Anamnesa,  Pemeriksaan  Fisik  Dan Pemeriksaan Penunjang Medik Untuk Menentukan Diagnosa Utama Dan Diagnosa Banding.  Memberikan Pertolongan Pertama  Sesuai  Kasus  Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Spo).  Untuk Kasus Gawat Darurat Yang Perlu Di Rujuk Harus Didampingi Petugas Medis/Paramedis Yang Kompeten Dibidangnya Dan Mengetahui Kondisi Pasien.

  1. Melakukan Evakuasi Jemaah Sakit
  2. 1. Evakuasi Dengan Alat (Tandu, Kursi Roda, Dll)

Selama  Menjalankan  Tugas  Berbagai  Macam  Alat  Dapat  Digunakan Untuk Membantu Evakuasi Dan Rujukan, Diantaranya Kursi Roda, Tandu, Strecher, Brankar, Disesuaikan Dengan Peralatan Yang Tersedia Dan Tempat Tugas. Misal Saat Bertugas Di Mina Ketika Mengawal Jemaah Haji Untuk Melempar Ke Jamaarat, Sebaiknya Petugas Membekali Diri Dengan Kursi Roda.

  1. 2. Evakuasi Tanpa Alat

Jika Saat Melakukan Evakuasi Petugas Tidak Memiliki Alat Bantu, Maka Petugas Dapat Menggunakan Berbagai Macam Sumber Daya Yang Ada Padanya Misal Dengan Menggendong. Yang Harus Juga Menjadi Perhatian Adalah Petugas Tetap Memperhatikan   Kemampuan Dan Keselamatan Diri, Serta Cara Melakukan Evakuasi Yang Benar Agar Tidak Menambah Kecacatan Pada Pasien.

2 Responses to Umroh Lailatul Qodar 2018 Backpacker Harga Mulai Rp21 Juta

  1. ARIEF WITJAKSONO says:

    yg akhir romadhon harga 21jt apa bisa minta pulangnya tgl 29 ROMADHON ?

    • UmrohMurah says:

      Yth Bapak Bapak Arief Witjaksono
      Assalamu’alaikum wr wb
      Alhamdulillah semoga sehat bersama keluarga dalam limpahan rahmat Allah SWT aamiin
      Untuk perubahan jadwal kami rundingkan dulu
      selanjutnya via WA saja nggih

      Wassalam
      Sudjono AF – 081388097656

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *