Umroh Ramadhan 2018 Murah Mulai Rp25 Juta

Paket umroh murah 2018 2019 Kota Bandung

Umroh Ramadhan 2018 Murah paketnya ada beberapa pilihan. Bisa berangkat awal Ramadhan, tengah Ramadhan, akhir Ramadhan dan Full Ramadhan. Juga Paket Umroh Backpacker Ramdhan. Harga Mulai Rp25 Juta.

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

 

Paket Umroh Ramadhan 2018 adalah:

  • umroh awal ramadhan 2018 biaya Rp25 juta
  • umroh tengah ramadhan 2018 biaya Rp27 juta
  • umroh akhir ramadhan 2018 biaya Rp29,5 juta
  • paket umroh full ramadhan 2018 biaya Rp43 juta

Fasilitas untuk biaya umroh ramadhan 2018 ini adalah :

  • Pesawat Air Asia-Etihad /Air Asia-Garuda  /SV start sin /SV Star KL.
  • Hotel : Hotel Mekkah 🏚 Twarat Andalosia *3 / Afwaj 11*3 jarak 350 m dari Masjidil Haram.
    Bisa melakukan upgrade ke hote Muhajirin *4 atau Anjum *5
    Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi.
  • Bus AC Jeddah Makkah Madinah.
  • Tour city Madinah Makkah Jeddah
  • Umroh 2 kali
  • Manasik, TL, Muthowif
  • Air Zamzam
  • Perlengkapan : koper, tas kecil, kain batik, mukena/bergo, kain ihrom, sabuk, buku doa, sleyer, name tag
Paket umroh backpacker Ramadhan 2018

Paket umroh backpacker Ramadhan 2018

Umroh Backpacker Ramadhan 2018

Kami juga membuka paket umroh backpacker Ramadhan, yang tentunya dengan harga yang bersahabat. Dari pengalaman umroh backpacker ternyata cukup nyaman sebab muthowis selalu membimbing dan memberikan tips umroh backpacker.

Paket Umroh Backpacker Ramadhan 2018 ada beberapa paket juga. Ramadhan awal, tengah dan akhir. Masing-masing adalah 15 hari.

Biaya umroh Backpacker Ramadhan 2018 adalah sebagai berikut:

Paket 15 hari awal Ramadhan biaya Rp25,5 juta.

  • Fasilitas Hotel : Hotel Mekkah 🏚 Twarat Andalosia *3 / Afwaj 11*3 jarak 350 m dari Masjidil Haram. Madinah. 🏚 Jhawarat Al-Raseed *3 Jarak 200m dari Masjid Nabawi.

Paket 15 hari akhir Ramadhan SUPER HEMAT biaya Rp21 Juta.

  • Fasilitas Hotel *3 Barakah Burhan / Al Aseel Makah jarak 1 km dari Masjididl Haram, ada bus hotel 24 jam, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan REGULER biaya Rp23 Juta.

  • Fasilitas Hotel *4 Burj Jiwar 100m dari Masjididl Haram,  dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

Paket 15 hari akhir Ramadhan EKSLUSIF biaya Rp26 Juta.

  • Fasilitas Hotel *5 Retaj Al Bait Makkah (sejajar Grand Zam Zam) langsung halaman Masjididl Haram, dan Mubarak Silver *3 Madinah jarak 200m Masjid Nabawi.
  • Di Madinah satu kamar 4-5 orang. Di Makkah satu kamar berisi 20 orang tanpa bed, digelar karpet. Tanpa fasilitas makan.
  • Tanpa fasilitas makan tanpa Perlengkapan.

====================================================

Info Lengkap : H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

====================================================

Larangan-larangan yang Harus Dihindari Jamaah Umroh Ramadhan:

Berikut juga larangan-larangan atau ketidakpantasan yang mestinya tidak dilakukan. Diantaranya,

  1. Wanita berada ditengah-tengah shaf pria atau sebaliknya. Hal ini bisa terjadi di Masjidil Haram karena antara pria dan wanita tidak dipisah seperti di Masjid Nabawi. Untuk itu dalam melakukan thawaf maupun shalat harus melihat-lihat siapa saja yang berada disekelilingnya. Pemerintah Saudi memang sedang merencanakan untuk memisah jamaah ibadah haji pria dan wanita di Masjidil Haram.
  2. Tidak menghadap ke Ka’bah pada saat melakukan shalat. Hal ini harus diperhatikan karena ramai dan padatnya jamaah. Atau, kita asyik melakukan thawaf sehingga ketika shalat dimulai kita belum mendapatkan shaf dan kita langsung shalat saja. Ketika disadari, arah shalat kita tidak menuju ke Ka’bah sehingga tidak memenuhi syarat sah shalat.
  3. Tidak mabit di Mina atau di Muzdalifah tanpa udzur. Kalau ditinggalkan harus membayar dam.
  4. Melakukan shalat khusus di bukit Rahmah/Arafah. Padahal tidak ada shalat khusus tersebut. Seorang muslim dilarang melakukan ibadah tanpa ada contoh dari Rasulullah saw dan sebab pada dasarnya semua ibadah adalah haram kecuali yang diperintahkan.
  5. Tidur selama prosesi wukuf di Arafah tanpa udzur. Padahal wukuf di Arafah adalah waktu yang dinanti-nanti oleh para jamaah ibadah haji. Pada waktu tersebut doa seseorang akan dikabul. Sungguh sayang, jauh-jauh datang ke tanah suci melewatkan momen yang sangat penting tersebut yang datang hanya satu tahun sekali. Prosesi wukuf di Arafah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan saling mendengarkan taushiyah, berdoa, berdzikir dan saling maaf memaafkan.
  6. Menetap di Arafah sampai pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah. Padahal begitu magrib tanggal 10 kita harus segera bergegas pergi ke Muzdalifah untuk mabit disana. Dan di Muzdalifah kita tidak boleh meninggalkan tempat itu sebelum tengah malam.
  7. Melakukan jamarat (melempar jumrah) tidak pada waktu dan tempatnya. Masalah waktu bisa karena kita mendahului atau terlambat. Sedangkan tempat bisa jadi kita tergesa-gesa, sehingga batu yang kita lempar tidak mengenai tiang jumrah. Bisa melenceng atau tidak sampai karena posisi kita terlalu jauh.
  8. Membawa batu untuk jamarat dari negeri luar tanah suci. Di Muzdalifah maupun di Mina sudah banyak batu, sehingga tidak perlu repot-repot bawa batu dari luar.
  9. Membersihkan dan mencuci batu untuk jamarat. Ketika melempar jumrah batunya tidak perlu dicuci. Seperti apa adanya dipakai untuk melempar. Mencuci atau membersihkan batu untuk melempar jumrah tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.
  10. Melemparkan benda-benda lain selain batu ketika jamarat. Melempar jumrah sudah ada syariatnya yaitu dengan batu. Dan batunyapun tidak begitu besar. Oleh karena itu tidak diperkenankan melempar jumrah dengan sandal jepit atau botol minuman kemasan dan lain-lain. Di Muzdalifah maupun disekitar tugu jumrah banyak kita dapatkan batu-batu kecil sehingga tidak perlu repot mencarinya.
  11. Mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw pada saat jamarat. Rasulullah saw sudah mencontohkannya seperti dibahas didalam bab doa.
  12. Menyikut, mendorong, mencelakakan orang lain ketika jamarat. Disinilah biasanya terjadi musibah orang terinjak-injak. Sebab, meskipun lokasi sudah diperlebar dan ditingkat menjadi beberapa tingkat, tetap saja jamaah berjubel menuju satu titik. Kadang seseorang bisa terjatuh karena didorong atau disikut dan waktu itu kondisi badannya sangat lemah. Begitu jatuh dan terinjak-injak, jiwanya bisa tidak tertolong. Kejadian ini sering terjadi pada jamaah Indonesia yang memang badannya kecil-kecil dibanding jamaah negara lain. Untuk itu perlu hati-hati, tidak perlu ikut aksi saling dorong atau memaksakan diri mendekati tiang jumrah kalau kondisi tidak memungkinkan.
  13. Membaca doa usai jamarat sambil menghadap jamarat. Doa dilakukan setelah selesai melempar jumrah dengan menghadap kiblat.
  14. Membawa batu sisa jamarat ke tanah air, karena dianggap mempunyai keistimewaan. Batu di Arab tidak ada keistimewaan dibandimg batu-batu lain. Tidak ada nilai keramatnya. Oleh karena itu, tidak perlu membawa pulang dengan tujuan untuk kenang-kenangan atau mengeramatkannya, kecuali tidak sengaja terbawa pulang.
  15. Memotong hadyu atau kurban yang tidak memenuhi syarat, seperti terlalu kecil, binatang yang akan disembelih sakit atau hampir mati. Ketentuan ini berlaku bagi kurban dimanapun juga. Seperti persembahan, berikanlah yang terbaik kepada Allah melalui hewan kurban yang paling bagus.
  16. Mengunjungi tempat-tempat tertentu yang dianggap sebagai tempat keramat. Rasulullah saw hanya menyarankan untuk mengunjungi tiga tempat (masjid) yaitu Masjidil Haram dan sekitarnya. Masjid Nabawi dan sekitarnya dan Masjidil Aqsha dan sekitarnya.
  17. Membawa air Ji’ranah untuk obat tertentu. Memang air ditempat tersebut mempunyai kadar yang lain namun tidak disebutkan mempunyai khasiat sebagaimana air zam-zam.
  18. Berlebihan dan bertindak kurang sopan di makam Nabi saw seperti melemparkan kertas-kertas tertentu ke kuburan, mengeluarkan suara keras didekat kuburan Rasulullah saw memanggil-manggil nama-nama tertentu di kuburan Rasulullah saw, membawa air atau kain tertentu di kuburan Nabi saw untuk dibawa lagi ke rumah dan sebagainya.
  19. Berjalan mundur setelah selesai thawaf wada’. Tidak ada ketentuan khusus sehingga tidak perlu membuat-buat sesuatu yang tidak disyariatkan. Berjalanlah seperti biasa ketika selesai thawaf wada’. Kemudian tidak lagi melakukan aktivitas di Mekah setelah selsai thawaf wada’ seperti tidur-tidur atau bersantai-santai kecuali ada udzur.
  20. Mengangkat tangan ketika berada di Shafa dan Marwa pada saat sa’i seperti ketika memulai shalat. Cukup melambaikan tangan seperti ketika thawaf melewati Hajar Aswad.
  21. Meninggalkan Arafah sebelum terbenam matahari. Waktu wukuf adalah sejak matahari tergelincir (zuhur) hingga waktu magrib, kecuali ada udzur.
  22. Melakukan wukuf diluar batas Arafah. Pemerintah Saudi sudah membuat batas-batas yang jelas seperti tertulis “Arafats Ends Here” artinya itu adalah batas wilayah Arafah. Jadi, hati-hati apabila jalan-jalan ketika waktu wukuf, terutama bagi yang kemahnya dekat dengan batas tersebut jangan sampai melewati batas Arafah. Jika hal itu terjadi, maka ibadah hajinya batal dan harus mengulang lagi tahun depan.
  23. Memulai thawaf sebelum Hajar Aswad. Disudut seberang Hajar Aswad sudah diberikan tanda yang jelas berupa lampu neon berwarna hijau yang kelihatan mencolok. Untuk memulai thawaf, silakan mengepaskan posisi dengan lampu tersebut, jangan terlalu mundur maupun maju.

Dan masih banyak hal lain yang harus dihindari yang sifatnya ibadah umum maupun khusus dalam ibadah ibadah haji maupun umrah seperti mewakilkan jamarat kepada orang lain padahal dia sehat, memisahkan saat pelaksanaan thawaf dan sa’i dengan pulang terlebih dahulu ke penginapan untuk beristirahat, menunaikan dam tamattu tidak di tanah suci, mengambil barang temuan serta tidak mengumumkannya, memulai melaksanakan shalat sunah ketika adzan berkumandang, membuat shaf shalat padahal shaf didepan masih kosong, melangkahi orang yang sedang shalat atau melangkahi Al-Qur’an, membuang sampah sembarangan di masjid dan sekitarnya, melakukan perbuatan yang melewati batas-batas aturan dengan bukan muhrim dan sebagainya.

Dengan menghindari semua hal yang dapat membatalkan maupun mengurangi nilai ibadah ibadah haji dan umrah maka kita telah satu langkah mendekati ibadah haji yang mabrur. Sekali lagi perlu diingat, jamaah ibadah haji adalah tamu Allah. Sudah sewajarnya seorang tamu mengikuti mengikuti aturan atau tata cara dalam bertamu sesuai dengan aturan yang dibuat oleh tuan rumah. Untuk itu jamaah ibadah haji harus bertindak dan bertingkah laku sesuai yang digariskan Allah melalui Rasul-Nya seperti yang dikatakan Rasulullah saw, “Khudzuu annii manaasikakum. Ambillah (ikutilah) oleh kalian tata caraku dalam beribadah haji (umrah)”.

umroh lailatul qodar 2018, paket umroh ramadhan, paket umroh full ramadhan 2018, umroh akhir ramadhan 2018, biaya umroh ramadhan 2018, biaya umroh backpacker, pengalaman umroh backpacker, umroh backpacker kaskus, tips umroh backpacker, umroh backpacker 2018

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *